Wednesday, 31 August 2005
Thursday, 25 August 2005
Friday, 19 August 2005
Thursday, 11 August 2005
Wednesday, 10 August 2005
tanpa warna
ada dalam deret tanpa warna.
saat tak ada lagi kata-kata.
dan tahukah seperti apa rasanya?.. seperti ingin tiada..
saat tak ada lagi kata-kata.
dan tahukah seperti apa rasanya?.. seperti ingin tiada..
Thursday, 4 August 2005
Tuesday, 2 August 2005
Tuesday, 21 June 2005
warnawarni
Sunday, 5 June 2005
cahaya di atas cahaya
5cm
ini novel bagus, ga rugi bacanya
novel ini cerita tentang persahabatan 5 orang, dengan karakter yang beda-beda, saking dah dekatnya sejak smu --sekarang mereka dah kuliah, dan ada yang dah kerja--, mereka ngerasa perlu ga ketemuan dulu selama 3 bulan, supaya rada rada beda rasanya
dari sini cerita tentang mereka dikupas satu-satu, pisah selama tiga bulan ternyata bikin banyak kisah yang terjadi, hidup mereka emang jadi beda, tapi tetep aja kangen satu sama lain
dan akhirnya pada hari yang ditetapkan mereka ngumpul bareng, dan mereka bikin cerita baru lagi yang seru banget dan punya seribu makna
________________
5cm ini novel idealis, yang ditulis ma aktivis 98 --setidaknya waktu tahun 98 sang penulis ikutan turun ke jalan--, jadi ga heran klo didalamnya bertebaran kata-kata bagus, kata-kata yang punya arti, yah maksudnya ga rugi baca novel ini :)
btw kemarin beli novel ini karena dua alasan, satu: covernya cakep, dua: kalimat di belakangnya yang menggelitik: "ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda.."
jadi.. jadi.. dah berminat baca belum?
oia, biasanya sesaat setelah baca buku ini jadi pengen naik gunung, terutama buat yang belum pernah naik gunung ;)
asap
Subscribe to:
Comments (Atom)
Iri
Ingin rasanya berada bersisian, berdampingan dengan teman-teman di lapangan yang sedang berjibaku tak kenal henti. Mereka diberi kesempa...
-
komik makin mahal aja, dah ga sanggup lagi dah belinya :P, jalan cerita hampir sebagian besarnya sama, meski cara menyajikannnya beda-beda, ...
-
Tanganku hanya dua. Yang setiap harinya kupakai untuk menghidupi mereka dan membuat diriku juga tetap “hidup”. Jemari ini rasanya kian hari ...