Showing posts with label poem -2-. Show all posts
Showing posts with label poem -2-. Show all posts
Saturday, 8 April 2006
mereka
mereka. dia, dia dan dia. ada segaris senyum, tidak tulus. ada segurat kecewa, terlihat meski disembunyikan. ada kata-kata tersekat, yang tak mungkin terucapkan lagi. hidup mesti dijalani, meski dia, dia dan dia kehilangan mimpi. karena hari tak terulang kembali. dan nafas masih tersisa, entah hingga kapan.
Friday, 10 March 2006
masih tentang senja
seperti hari-hari sebelumnya, wanita itu senang sekali memandangi senja. ia selalu duduk disana, di tepi jendela besar di sudut ruangan ini. sambil sesekali mengaduk tehnya, ia memandangi senja, warna terindah yang dihadiahkan langit, yang selalu saja mempesona. senja yang selalu menemaninya menunggu.
Monday, 6 March 2006
Monday, 26 December 2005
langit merona
Wednesday, 21 December 2005
Wednesday, 31 August 2005
Friday, 19 August 2005
Tuesday, 2 August 2005
Sunday, 5 June 2005
cahaya di atas cahaya
Saturday, 4 June 2005
rumit
Thursday, 14 April 2005
sedang bersenda gurau?
Tuesday, 12 April 2005
cinta tak berkesudahan
setiap kita adalah pribadi unik yang satu dan lainnya seperti potongan kertas susun. adanya untuk melengkapi. tiadanya untuk diisi. setiap kita berbeda. dalam warna, dalam kata, dalam rasa.
kita, mereka, dia, semua kita tak sama, tapi jalinan yang ada di antaranya bisakah menjadi satu cinta yang tak berkesudahan?
abadi dalam taman-taman surgaNya.
kita, mereka, dia, semua kita tak sama, tapi jalinan yang ada di antaranya bisakah menjadi satu cinta yang tak berkesudahan?
abadi dalam taman-taman surgaNya.
Wednesday, 30 March 2005
langit dan sejuta kisah
Friday, 18 March 2005
skenario tuhan
Tuesday, 15 March 2005
hati dan keping uang logam
kadang kesedihan yang menyelimuti kita. meski sebenarnya kita sudah paham benar. bahwa makna hati adalah sesuatu seperti keping uang logam. yang mempunyai dua sisi dan mudah berbolak balik.
Saturday, 5 March 2005
terbang tinggi
Thursday, 3 March 2005
akhir angin dan hujan
sepertinya warna bukan hanya milik kita. ia milik semua orang. pelangi tak hanya hadir untuk satu dua mata. ia muncul untuk menutup rintik, mengabarkan indahnya paduan warna. untuk siapa? untuk yang bertanya tentang akhir angin dan hujan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Iri
Ingin rasanya berada bersisian, berdampingan dengan teman-teman di lapangan yang sedang berjibaku tak kenal henti. Mereka diberi kesempa...
-
komik makin mahal aja, dah ga sanggup lagi dah belinya :P, jalan cerita hampir sebagian besarnya sama, meski cara menyajikannnya beda-beda, ...
-
Tanganku hanya dua. Yang setiap harinya kupakai untuk menghidupi mereka dan membuat diriku juga tetap “hidup”. Jemari ini rasanya kian hari ...