Pernahkah bertanya mengapa Tuhan pilihkan aku untukmu?
Juga kamu untukku?
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts
Wednesday, 28 May 2014
Wednesday, 27 March 2013
Langit dan Bumi
Namaku Rindu. Aku berjalan menyusuri langit. Langit tanpa tiang. Iya, langit yang tanpa tiang ini tersangga begitu gagahnya. Ia berubah menjadi hitam pekat saat hendak mengamuk dan meniupkan anginnya kencang-kencang. Lalu ia berubah menjadi biru, warna yang sangat jernih. Indah, sejuk, menyegarkan. Lalu jika beruntung ia dapat melukis pelangi yang ujungnya bahkan tak kan pernah bisa kau sentuh.
Namaku Rindu. Aku kini berjalan menyusuri bumi. Iya, Bumi. Tempat dimana lautan, pegunungan terhampar. Luas dan tak terbatas. Pernahkah engkau menyusuri satu titik lalu kembali ke titik mula? Jika pernah seberapa lama kau perlukan waktu untuk menyusurinya hingga kembali ke titik awal?
Namaku Rindu. Aku kini terdiam. Diam memandangi langit. Menikmati bumi. Mengapa aku dinamakan Rindu? Mungkin karena rinduku pada langit. Mungkin karena rinduku di bumi. Mungkin karena berada di antara dua titik dan tetap murni itu tidak mudah. Murni seperti langit. Murni walaupun berada di bumi.
Namaku Rindu.
Dan aku tahu.
Yang aku rindukan adalah bentuk termurniku. Seperti langit, walaupun sedang berada di bumi.
Namaku Rindu. Aku kini berjalan menyusuri bumi. Iya, Bumi. Tempat dimana lautan, pegunungan terhampar. Luas dan tak terbatas. Pernahkah engkau menyusuri satu titik lalu kembali ke titik mula? Jika pernah seberapa lama kau perlukan waktu untuk menyusurinya hingga kembali ke titik awal?
Namaku Rindu. Aku kini terdiam. Diam memandangi langit. Menikmati bumi. Mengapa aku dinamakan Rindu? Mungkin karena rinduku pada langit. Mungkin karena rinduku di bumi. Mungkin karena berada di antara dua titik dan tetap murni itu tidak mudah. Murni seperti langit. Murni walaupun berada di bumi.
Namaku Rindu.
Dan aku tahu.
Yang aku rindukan adalah bentuk termurniku. Seperti langit, walaupun sedang berada di bumi.
Saturday, 24 November 2012
Tanpa Mereka
Tak mudah untuk berlari. Tapi kita tetap mampu berjalan. Walau pelan, walau tertatih. Karena langkah kecil itu akan selalu menapak satu persatu. Tak perlu berlari karena waktu telah menghentikan putarannya untuk kita. Bukan karena kita tak mampu berlari. Tapi karena kita memilih menguasai waktu dalam langkah-langkah kecil kita. Kita: aku dan kamu. Tanpa mereka.
Wednesday, 3 October 2012
Membekukan Waktu
Jarak membekukan waktu. Karena sejatinya setiap orang berubah. Kenangan membuat mereka tetap sama dalam benak kita. Kenangan membuat waktu tak pernah beranjak. Dan jarak menyempurnakannya. Ia membekukannya.
Monday, 18 June 2012
dirimu, cintaku
aku menatap dirimu
tersenyum
penuh ceria
tertawa
dan tak pernah berduka
aku menatap dirimu
bola mata yang menawan
senyum indah nan rupawan
aku menatap dirimu
sehangat mentari
seindah pelangi
aku menatap cinta
dirimu
cintaku
tersenyum
penuh ceria
tertawa
dan tak pernah berduka
aku menatap dirimu
bola mata yang menawan
senyum indah nan rupawan
aku menatap dirimu
sehangat mentari
seindah pelangi
aku menatap cinta
dirimu
cintaku
Wednesday, 19 October 2011
kata kita
disini semua kata menjelma aku. disini semua rasa terserap dalam cerita. disini aku melepaskan segala penat. disini aku merindukan sejuta kenangan. disini aku menangisi kepedihan. disini aku menyadari segala kebodohan. disini aku menenggelamkan asa. disini aku berdiri, berlari, bahkan diam tak bergerak. disini aku berimaji. disini aku berkisah dalam kata. saat otak dan rasa berbagi cerita.
aku selalu merindukan kata-kata.
aku selalu merindukan kata-kata.
Saturday, 6 November 2010
cinta
hi
aku mencintaimu
seperti cerahnya malam dengan bintang
seperti hari yang bermula tanpa ada akhir
seperti hidup yang terus berputar
seperti kamu, yang juga mencintaiku
begitu bukan?
aku mencintaimu
seperti cerahnya malam dengan bintang
seperti hari yang bermula tanpa ada akhir
seperti hidup yang terus berputar
seperti kamu, yang juga mencintaiku
begitu bukan?
Tuesday, 3 March 2009
kangen
Monday, 19 May 2008
karena namamu pujangga
Aku tahu kenapa namamu pujangga
Karena kata-katamu berbinar jenaka
Dalam ramuan rima yang selalu menggoda
Dan tahukah pujangga?
Itulah yang membuatku jatuh cinta.
Karena kata-katamu berbinar jenaka
Dalam ramuan rima yang selalu menggoda
Dan tahukah pujangga?
Itulah yang membuatku jatuh cinta.
Friday, 18 April 2008
bersama selamanya
Suatu saat nanti aku berharap, bahwa kita tak hanya bicara cinta, aku sayang kamu, kamu sayang aku. Kita tak hanya bertukar rindu, ingin bertemu, ingin berjumpa. Tak hanya pikirkan cita, tentang masa depan dan anak cucu. Aku ingin kelak, kita bicara tentang hidup, tentang sesuatu yang kita percayai keabadian. Tentang bagaimana amal kita. Tentang seperti apa putaran waktu yang menyedot usia kita. Tentang sang Pencipta yang menggariskan semuanya.
Karena sungguh, aku ingin bersamamu selamanya, saat ini dan kelak.
Karena sungguh, aku ingin bersamamu selamanya, saat ini dan kelak.
nurani
Aku tahu tuhan mengaruniaiku nurani, yang berbisik lembut menyayangiku, setia menasihatiku, yang tak lelah mendampingku. Nurani yang berkata pelan, hingga terkadang aku tak mendengarnya. Nurani yang berbisik, hingga suaranya terkalahkan oleh angin. Nurani yang tak pernah pergi meski kadang aku mengacuhkan hadirnya.
Dan perlahan kupaham aku harus belajar mendengar lirih nurani dan bersisian dengannya menyusuri waktu, hingga nanti, hingga kelak…
Nurani berjalan pelan
Langkahnya tak bertapak, tak tinggalkan jejak
Nurani berkata-kata
Dan angin selalu kalahkan bisiknya
Dan perlahan kupaham aku harus belajar mendengar lirih nurani dan bersisian dengannya menyusuri waktu, hingga nanti, hingga kelak…
Nurani berjalan pelan
Langkahnya tak bertapak, tak tinggalkan jejak
Nurani berkata-kata
Dan angin selalu kalahkan bisiknya
satria muda
aku bukan gatotkaca
yang jadi legenda karena saktinya
aku bukan bang pitung
dari tanah betawi yang bikin kulit mutung
aku juga bukan kang kabayan
yang asalnya dari tanah sunda berhati nyaman
aku hanya satria muda
asal dari bumi taruna nusantara
yang mencoba untuk berkarya
demi tanah nusa dan bangsa
yang jadi legenda karena saktinya
aku bukan bang pitung
dari tanah betawi yang bikin kulit mutung
aku juga bukan kang kabayan
yang asalnya dari tanah sunda berhati nyaman
aku hanya satria muda
asal dari bumi taruna nusantara
yang mencoba untuk berkarya
demi tanah nusa dan bangsa
Saturday, 26 January 2008
karena ku tak mengerti
Ada sesuatu yang tak aku mengerti disini. Dalam tiap hari yang nafasku menderu di dalamnya. Mungkin kamu tahu? Karena sering ku bermimpi menuju cahaya, meleburkan diri menjadi partikelnya. Namun sering kali aku dibuat tak berdaya dengan silaunya. Kadang ku termangu pada angan menjadi gelombang, bersatu dalam harmoni laut yang riak-riaknya menghampiri kaki langit. Namun terlalu takut ku menyelami dalamnya. Mungkin kamu yang tahu jawabnya karena sungguh aku tak mengerti.
Thursday, 17 January 2008
pelangiku ingkar janji
aku ingin melihat pelangi
pelangi yang pertama muncul di tahun ini
aku ingin berjalan diatasnya
melewati jembatan pelangi
menuju negri di surga
karena aku tak tahan
ingin muntah
dan muak
**
tapi pelangiku tak kunjung datang
ia disembunyikan langit yang tak juga menghadirkan rintik
pelangiku enggan menyapa
dan aku tersiksa
mengapa?
**
aku tak lagi ingat wajah pelangi
dulu ia adalah semburat indah
bagai pipi gadis yang merona karena rayuan
bagai senja yang setia dengan hari
bagai kasih ibu yang selalu melindungi
pelangi kini tak lagi ada
ia tak lagi tampak
dan tak pernah hadir
mungkinkah pelangiku ingkar janji?
pelangi yang pertama muncul di tahun ini
aku ingin berjalan diatasnya
melewati jembatan pelangi
menuju negri di surga
karena aku tak tahan
ingin muntah
dan muak
**
tapi pelangiku tak kunjung datang
ia disembunyikan langit yang tak juga menghadirkan rintik
pelangiku enggan menyapa
dan aku tersiksa
mengapa?
**
aku tak lagi ingat wajah pelangi
dulu ia adalah semburat indah
bagai pipi gadis yang merona karena rayuan
bagai senja yang setia dengan hari
bagai kasih ibu yang selalu melindungi
pelangi kini tak lagi ada
ia tak lagi tampak
dan tak pernah hadir
mungkinkah pelangiku ingkar janji?
Saturday, 27 October 2007
hingga kita bersama nanti
aku ingin terdiam disini, dipeluk kabut
membuat rupaku tak berbentuk
tersamar putih
aku ingin pergi dari sini, seperti senja
yang hanya meninggalkan bayang
tapi tak kan terlupa
aku ingin hilang
tapi tetap ada
aku ingin ada
tapi tak kan lama
aku ingin menyapamu
dan berlari
*
:sampai nanti cinta
:sampai ada yang sampaikan salamku
:sampai nanti hingga kamu melihatku lagi
:sampai nanti saat kutemukan dirimu
:sampai nanti
hingga kita bersama lagi
membuat rupaku tak berbentuk
tersamar putih
aku ingin pergi dari sini, seperti senja
yang hanya meninggalkan bayang
tapi tak kan terlupa
aku ingin hilang
tapi tetap ada
aku ingin ada
tapi tak kan lama
aku ingin menyapamu
dan berlari
*
:sampai nanti cinta
:sampai ada yang sampaikan salamku
:sampai nanti hingga kamu melihatku lagi
:sampai nanti saat kutemukan dirimu
:sampai nanti
hingga kita bersama lagi
Wednesday, 13 June 2007
tentang malam dan jeratnya
aku menunggu
diantara nyanyian malam yang saling bersahutan
dan cahaya yang silaunya membutakan langit
aku menunggu
terus menunggu
:malam
kenapa menjeratku selama ini?
diantara nyanyian malam yang saling bersahutan
dan cahaya yang silaunya membutakan langit
aku menunggu
terus menunggu
:malam
kenapa menjeratku selama ini?
Tuesday, 15 May 2007
kita
apa ada yang mengerti kita selain aku dan kamu? yang berkata-kata dengan bahasa yang kita pakai, yang melihat dengan mata yang kita miliki, yang mendengar dengan telinga yang kita punya, yang merasakan dengan hati kita?
apa ada yang lebih mengerti kita? yang kadang mendiamkan hari begitu saja, yang kadang terperangkap dalam semburat indah senja?
apa ada yang mengerti kita?
bahkan meski kita tak dapat saling menyentuhkan jemari ini, tak seorang pun yang dapat mengerti kita..
selain aku..
selain kamu..
apa ada yang lebih mengerti kita? yang kadang mendiamkan hari begitu saja, yang kadang terperangkap dalam semburat indah senja?
apa ada yang mengerti kita?
bahkan meski kita tak dapat saling menyentuhkan jemari ini, tak seorang pun yang dapat mengerti kita..
selain aku..
selain kamu..
Monday, 23 April 2007
janji pelangi
langit mulai gemerutuk lagi sore ini, gemuruhnya seakan-akan hendak membelah bumi. rintik mulai turun, pelan, dan semakin ramai, menghadirkan titik yang meninggalkan pola tak beraturan di kaca-kaca. dan dingin mulai terus merayap, menanggalkan hangat yang menyelimuti sedari pagi.
dan dirimu?
masih disana, berdiri di kaki langit, menagih janji pelangi tuk muncul sesudah hujan ini..
dan dirimu?
masih disana, berdiri di kaki langit, menagih janji pelangi tuk muncul sesudah hujan ini..
diam
tak ada yang pernah memulai berkata-kata di antara kita, tidak aku, tidak juga dirimu. kadang kita biarkan waktu membuat kita tua dengan diam diantaranya. kadang kita seperti membeku di disana. mencoba berjalan dengan saling mengabaikan. dan tahukah apa yang kurasakan diam-diam? sakit, seperti itu menyakitkan, seperti itu membuat tak nyaman. tapi kita tak juga mulai saling berkata-kata, entah sampai kapan...
Thursday, 1 March 2007
kita bertuhan?
untungnya kita punya tuhan.
saat hati butuh pijakan, ia tahu harus kemana.
saat gundah gulana, maka doa kan bergema.
sayangnya tuhan selalu diingat saat hati sedang luka.
pikiran sedang mengambang.
dan jiwa butuh ketenangan.
seperti sekarang.
apa luka berarti tuhan?
apa derita berarti peringatan?
bagaimana dengan bahagia?
apa tuhan tak ada disana?
saat hati butuh pijakan, ia tahu harus kemana.
saat gundah gulana, maka doa kan bergema.
sayangnya tuhan selalu diingat saat hati sedang luka.
pikiran sedang mengambang.
dan jiwa butuh ketenangan.
seperti sekarang.
apa luka berarti tuhan?
apa derita berarti peringatan?
bagaimana dengan bahagia?
apa tuhan tak ada disana?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Iri
Ingin rasanya berada bersisian, berdampingan dengan teman-teman di lapangan yang sedang berjibaku tak kenal henti. Mereka diberi kesempa...
-
komik makin mahal aja, dah ga sanggup lagi dah belinya :P, jalan cerita hampir sebagian besarnya sama, meski cara menyajikannnya beda-beda, ...
-
Tanganku hanya dua. Yang setiap harinya kupakai untuk menghidupi mereka dan membuat diriku juga tetap “hidup”. Jemari ini rasanya kian hari ...