Friday, 11 August 2006

sepi

ruangan itu kini sunyi. senyap. bahkan angin seperti enggan berhembus. ia, merindukannya, yang meramaikan suasana dengan canda tawa, dengan senyum manis, dengan cerita lucu. kini bahkan bayang pun tak pernah bisa kembali. ia, menanti dalam sepi. sesuatu yang dulu terasa sangat biasa hadir di harinya kini terasa begitu istimewa, saat-saat bersama kini begitu berharga, tak pernah bisa terulang. ia, kini tahu betapa sepi kehilangan itu. teramat sepi.

Tuesday, 4 July 2006

zidane's magic

rasa-rasanya ada yang kurang jika tidak mengabadikan momen piala dunia 2006 di blog ini. kini, piala dunia 2006 hanya tinggal menyisakan 4 pertandingan lagi. dan salah satu diantaranya adalah antara perancis melawan portugal.
siapakah yang akhirnya maju ke final?
pertanyaan yang sulit..

perancis pada awalnya diragukan akan melaju sejauh ini, namun penampilan primanya saat melawan spanyol di babak perdelapan final membuat para pengamat mengembalikan perancis dalam bursa juara dunia. dan sekali lagi perancis membuktikan kalau mereka layak diperhitungkan setelah berhasil mengalahkan sang juara dunia, brasil.
permainan zidane mendapat banyak pujian saat partai perancis vs brasil berlangsung. komentator kadang terdengar berlebihan menyanjungnya, simak saja ungkapan berikut:

"zidane's magic.."

"it should be an acrobat.."

"no one in this world can do it like him.."

ungkapan yang berlebihan? mungkin tidak jika anda termasuk jutaan pasang mata yang jadi saksi pertandingan menarik di perempat final ini. setidaknya ada 5 kali aksi cantik zidane, belum lagi assist-nya yang sungguh-sungguh menawan. intinya: zidane tampil piawai, brilian dan indah. ia mengolah bola dengan cantik sekali, bukan hanya satu kali, tapi beberapa kali. bukan hanya saat ia mendapat ruang yang bebas dari pemain lawan, tapi juga saat ia terdesak. dan ini tidak berlebihan jika anda juga turut menyaksikannya. zidane menampilkan aksi memukau, dan semua orang terhibur karenanya. sepak bola yang indah. indah sekali.

semoga saja perancis akan melaju hingga final, dan zidane dapat kembali tampil dengan magic-nya..
semoga..

zidane

Thursday, 29 June 2006

ia dan jalanan

ia masih berdiri disana. berlindung dari terik matahari di balik topinya. warna warni kendaraan diikutinya, satu persatu. dan yang ia nanti akhirnya tiba, deretan mobil berwarna warni kini berhenti rapih, berusaha menaati rambu lalu lintas, lampu merah. ia bergegas, dengan gitar kusam dan iringan terik matahari.

"aku, seorang lelaki..", alunannya, namun tak membuahkan hasil.

ia hampiri mobil kedua, namun belum sepatah katapun yang keluar dari bibirnya yang hitam, pengemudi mobil sudah tersenyum ramah menolaknya.

di mobil yang keempat terlihat seorang ibu muda yang mengenakan jilbab. dan ia pun bersenandung. lirih dengan bait yang patah-patah. lalu uang lima ratus rupiah pun berpindah tempat melalui celah kecil di antara jendela.

tak lama, ia menyingkir dari jalanan. membiarkan deret warna warni kendaraan berkejaran lagi.

dan ia kembali menyembunyikan diri di balik topinya. menghitung kepingan rupiah. dan menanti hari dalam irama yang selalu terulang tiap harinya. membuat ia yakin hidup itu tidak adil.

disini dingin sekali

malam jadi semakin dingin. dingin sekali, dan jari jadi beku. seperti tak bisa bergerak. dan langit, masih kelam, menyisakan separuh perjalanan waktu menemui pagi. dan kamu? entah dimana. mungkin disembunyikan bintang, atau menghangatkan diri di balik awan. dan disini masih saja beku. dingin sekali.

komunikasi

manusia, deretan neuron, dendrit, akson dan sederet myelin serta support system lain. sistem yang sama, namun berbeda. tak bisa ditebak. sulit dipahami.

dan komunikasi, itu jawabannya.

Thursday, 1 June 2006

nanairo majikku

makasi ya yang pada koment di postingan "komik"..
btw sekarang lagi pengen majangin cover2 komik berikut ini, kemarin baru nemu seven magic lagi setelah nyari2 di palasari, senengnyah :)

oia di bahasa japannya, seven magic= nanairo majikku :)

btw baru tau klo ternyata doki-doki itu discontinue di no -4, padahal aslinya sampai no 10, hiks bakal dilanjutin ga ya? soalnya klo sampai no 4 doang ceritanya super sedih.. :(

seven magic :)

seven magic

dan yang ini miriam :)

miriam

Monday, 22 May 2006

sampah oh sampah

kembangnya kota bandung mana yah?

sampah4

sampah2

yang ke bandung jangan heran yah klo ada karung-karung berserakan di tepi jalan, itu bukan sisa sembako-sembako yang akan dibagi, itu adalah S A M P A H, yang katanya sedang dipusingkan untuk diletakkan dimana.. :(

btw tumpukan ini juga bisa ditemui di jalan cihampelas, jadi komplit d disana, selain ada jeans, ciwalk, tumpukan sampah juga ada.. sedihnya..

Wednesday, 3 May 2006

selamat tidur...

lelah sudah bersarang disini, meski mata masih juga menolak kompromi. malam semakin larut. detik sudah sejengkal lagi mendekati tengah malam. tapi masih ada bintang, satu satu, menemani. esok ada hari yang mesti di hadapi. hari yang berulang setiap kali. dan rasanya masih sama, masih hampa.

lelah sudah bergelayut manja, namun mata masih juga bersikeras. sorotnya menembus pekat malam. mencari sisa sisa mentari dalam cahaya bulan. dan hampa tetap ada.

begini saja. leburkan hampa itu dalam embun pagi esok dan biarkan cahaya mentari yang hangat menguapkannya.
dan esok, kan jadi hari berjuta warna.

selamat tidur...

Friday, 28 April 2006

sayonara..

sayonara.., ujarnya seraya membungkukkan badan.
wanita yang cantik, dan juga sopan sekali. ia mengulaskan senyumnya tipis. meninggalkan bayang di belakangnya. lalu pergi..

***

ini kali ketiga ia kemari. terbata-bata ia kemukakan keinginannya. pada mulanya ia hanya terdiam di depan pintu untuk akhirnya memutuskan untuk masuk. tempat ini tempat yang sering ia lewati begitu saja, begitu saja tanpa kesan. rumah asri dengan halaman luas di depannya. meneduhkan.

saya, nana, boleh saya bicara? bahasa indonesianya cukup baik.
boleh saya tahu seperti apa keadaan disini?
lalu lima menit kemudian, ia sudah bergegas mengikuti petugas disini. menengok kamar, ruang baca, tempat bersantai, halaman, dan juga ruang makan.
terima kasih.
ia pamit dengan rona wajah yang tidak jelas.

***

dua hari berselang, nana-chan datang kembali. wajahnya menyiratkan banyak hal.
boleh saya berkonsultasi? ujarnya bingung.
lalu mengalirlah kata-kata yang mewakili semua kegundahannya.

dan hari ini. ia telah menyepakati semuanya. menitipkan segala sesuatu pada petugas rumah ini. menceritakan tentang hal-hal yang mesti ia beritahukan. di sampingnya, seorang renta yang entah sedang memandang apa. wajahnya kosong. seperti meminta nana-chan untuk tidak melakukan semua ini. mata yang sepi dan sendiri. nana-chan pun begitu, berulang kali ia terdiam, menghindari sorot mata renta itu. berusaha menekan semua kata nuraninya.

ibu, ibu akan lebih terawat disini, di temani mereka yang bisa memperhatikan ibu. menghirup udara segar di balik hijau tamannya. mendapat makanan dengan komposisi yang terbaik yang mereka berikan. mendapat teman untuk berbagi banyak hal. ibu akan baik-baik saja disini.

nana-chan berbicara dalam kata-kata yang sangat rapuh. ia benar-benar tak kuasa menatap sorot penuh cinta di sana. tangan keriput itu berusaha dengan susah payah membelai rambut nana-chan, seperti yang sering ia lakukan puluhan tahun silam. mulutnya hendak berkata-kata, namun yang keluar hanya desis yang sudah tak jelas lagi.

ibu maafkan nana.

dikecupnya. di peluknya.

ibu nana akan sering kemari.
maafkan nana bu.

***

ia, wanita cantik. wanita yang terjebak dalam keegoisannya.

seandainya saja ia mengerti bahwa tua itu sangat sepi dan sendiri.. sepi sekali.. sesepi bola mata wanita renta yang tak pernah lagi bisa membelai rambut anak tercintanya..

Tuesday, 11 April 2006

seperti embun pagi hari

kata-kata sedang bersembunyi
dan memilih untuk pergi
tanpa jejak
seperti embun pagi hari

Saturday, 8 April 2006

mereka

mereka. dia, dia dan dia. ada segaris senyum, tidak tulus. ada segurat kecewa, terlihat meski disembunyikan. ada kata-kata tersekat, yang tak mungkin terucapkan lagi. hidup mesti dijalani, meski dia, dia dan dia kehilangan mimpi. karena hari tak terulang kembali. dan nafas masih tersisa, entah hingga kapan.

Siluet

Iri

Ingin rasanya berada bersisian, berdampingan dengan teman-teman di lapangan yang sedang berjibaku tak kenal henti. Mereka diberi kesempa...